WWW.INISIAL.CO.CC   Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim) "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad) "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)

Download | FORUM | WEB KAMI

Kami menyediakan berbagai macam file (audio, ebook, program dan lain-lain) yang berguna untuk anda. Lokasi Server:
Indonesia | USA
Download FIle

SITUS SUNNAH
Kumpulan Situs Sunnah merupakan aggregator feeds artikel Islam yang ilmiah dari berbagai situs Islam terpercaya.

KIRIM artikle antum Di rizal@inisial.co.cc

Jazakumullohu Khoir

Wassalamualaikum warahmatullohi wa barokaatuh


تبرئة العلامة الهرري مما افتراه عليه المدعو عبد الرحمن دمشقية في كتابه المسمى "الحبشي شذوذه وأخطاؤه"  والكتاب المسمى "بين أهل السنة وأهل الفتنة" وغيرهما من الإصدارات من مناشير وشرط  

Download Audio: Nasihat Ustadz Yazid Jawas bagi Para Penuntut Ilmu

Bismillah, silakan download cuplikan nasihat penting bagi para penuntut ilmu yang disampaikan oleh Al Ustadz Yazid bin Abdil Qodir Jawas hafizhahullah. Silakan download pada link berikut:

Kiat-kiat Mendapatkan Ilmu

Nasihat Imam asy Syafi’i

Iman Kepada Malaikat dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Umat



“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami selalu mencatat di sisi mereka.”
(QS Az-Zukhruf [43] : 80)


Keimanan seseorang tidak akan tegak tanpa kehadiran salah satu dari rukun-rukun yang di atasnya keimanan tersebut dibangun. Demikian halnya iman kepada malaikat. Setiap Muslim wajib beriman kepada para malaikat.

E-Book berikut ini ditulis secara ringkas oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan secara ringkas namun sangat bermanfaat. Melalui risalah ini, syaikh menjelaskan mengenai hakikat iman kepada malaikat, dan bagaimana keimanan tersebut memberikan pengaruh terhadap kehidupan umat.


Untuk download silahkan klik kanan save target/link as Iman Kepada Malaikat dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Umat

Adopsi Anak Atau Poligami Saja?

Oleh Ustadz Abu Umar Basyir

Apa yang paling dinantikan seorang pelajar yang giat belajar di sekolah? Lulus dengan predikat terbaik. Meski terkadang banyak orang tak tahu cara merumuskan keinginannya itu, dan cara menggapainya di alam nyata. Tapi setiap murid, ingin menjadi yang terbaik. Apa pula yang diharapkan oleh pasutri kala pertama kali menjalani hidup berumah tangga? Tentu saja kehadiran anak sebagai realisasi dari ‘cinta kasih’ putih yang mereka jalin selama ini.

Tapi, betapa tidak sedikit orang yang berharap, dan kenyataan berwujud di luar harapannya. Bertahun-tahun menikah, tak juga dikaruniai anak. Bagaimana Solusinya?

MENANTI SANG BUAH HATI

..dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu.. .” (As-Sajdah : 30)

Kita, tak sedikit pun bisa beringsut dari ketentuan takdir. Tapi kita bukanlah Sang Pemilik takdir. Kita adalah bagian dari takdir itu sendiri. Maka tugas kita bukanlah menyoal takdir, tapi bagian kita adalah berbuat yang terbaik, sesuai yang diperintahkan Yang Maha Memiliki segala takdir.

Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah..” (Al-Hadid : 22)

Catatan pena takdir sudah mengering, sehingga selamanya kita memang dalam episode demi episode penantian belaka. Kita tahu, bahwa maknanya bukan berarti kita harus duduk berpangku tangan. Karena takdir tidak pernah perduli, kita bekerja atau tidak bekerja. Sementara kita sendiri sadar, kalau ‘nasi’ tidak disuapkan ke mulut, kita tidak akan kenyang. Oleh sebab itu, yang harus kita pikirkan adalah apa yang harus saya lakukan. Rasulullah bersabda:

Lakukanlah apa yang kalian inginkan. Masing-masing orang akan dimudahkan menuju takdir yang telah ditetapkan baginya.”1

Usaha untuk memiliki anak sudah harus dimulai dari saat memilih pasangan.

تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم

Nikahilah wanita yang subur dan sayang anak. Sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya (umatku ) di hari kiamat.”2

Menikah sekian lama, tapi belum dikarunia anak. Sebabnya bisa bermacam-macam. Sebagiannya dapat kita cerna dan sebagian lagi membisu dalam misteri. Itulah yang menyebabkan sebagian kita terpaku tanpa mampu mengambil sikap. Bagaimana tidak, sedang banyak dokter angkat tangan untuk memberi komentar sebab-sebab ‘kemandulan’ itu. Suami ataupun istri, diyakini sama-sama sofiat, sama-sama subur. Tapi tidak di setiap tanah yang subur, bisa tumbuh banyak tanaman. Tidak setiap orang yang sehat otomatis harus kuat. Takdir sering bermain di lingkaran realitas yang sulit dicerna. Hanya Allah yang Maha Memahami segalanya.

Bila sudah demikian, muncullah satu tahapan baru dari makna ketawakalan yang kita pahami.

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindumg kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal “ ( At-Taubah :51)

BILA SANG PUCUK DICINTA TAK ULAM TIBA

Saat seseorang belum diberi kepercayaan oleh Allah untuk menjadi seorang ibu atau seorang bapak, tidak selamanya dianggap sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan. Seperti yang banyak terjadi di belahan dunia barat (yang notabene mayoritas kafir). Sepasang suami istri yang sudah sekian tahun belum dikarunia anak, tetapi, jangankan merasa sedih, mereka justru menganggap biasa-biasa saja, bahkan tidak pernah terbetik keinginan untuk memiliki momongan. Dalam kasus ini persoalannya menjadi unik. Ketidakperdulian mereka terhadap pentingnya momongan, menjadi sebuah masalah tersendiri. Latar belakangnya mungkin bisa bermacam-macam : karena sudah terbiasa mengurus kemenakan, karena mengalami trauma melihat banyak anak-anak saudara mereka atau anak-anak tetangga mereka yang bandel tidak karu-karuan. Karena trauma melihat orang yang kematian anaknya, atau bisa juga karena memang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap anak-anak kecil. Kepada mereka yang mengalami berbagai hal tersebut. Kami nasihatkan:

“Seorang mukmin itu selalu mengasihi dan dikasihi. Tidak ada kebaikan pada diri orang yang tidak mengasihi dan tidak dikasihi”

Jadi belum dikarunia anak lalu bersedih dan bersusah hati, pada level tertentu adalah kewajaran belaka. Asalkan perasaan itu tidak boleh dilarut-larutkan sedemikian lama, sehingga membentuk penyesalan terhadap takdir.

“Sikap seorang mukmin sungguh Ajaib ! Karena segala kondisi menjadi baik baginya. Hal itu hanya berlaku, bagi seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, ia tetap tabah, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.”

Ketika islam memerintahkan seorang lelaki memilih istri yang ’subur’, terdapat indikasi kental bahwa salah satu tujuan menikah yang paling greget, paling esensial dan paling menyatu dengan hasrat pasutri adalah memiliki keturunan.

Hasilnya, jadilah menunggu kelahiran bayi sebagai aktivitas tambahan yang cukup banyak menyita waktu, pikiran dan perasaan masing-masing pasutri, terutama si calon ibu.

Namun, ketika penantian berlanjut seolah tanpa kepastian, tanda-tanda ‘damai’ juga nyaris tidak terlihat, hasil diagnosa selalu negatif, gemuruh perawan yang campur aduk mulai mengguncang hati suami maupun istri. Apalagi bila kondisi itu berlangsung hingga bertahun-tahun, status ‘calon ibu’ dan ‘calon bapak seolah olah menjadi beban yang sangat berat dipikul. Tak ubahnya seperti calon walikota yang gagal dilantik. Banyak tanda tanya bermunculan di otak siapa yang mandul? Kurang apa saya? Berapa lama lagi saya harus menunggu? Cari istri kedua? Minta cerai ? Ragam pertanyaan, yang dibalut warna-warni perasaan, menggelayut terlalu berat di benak masing-masing suami istri.

PILIH ANTARA DUA : ADOPSI ANAK ATAU POLIGAMI

Bila Anda berada dalam posisi tersebut, manakah di antara keduanya yang Anda pilih? Tentu sulit dijawab dengan satu dua kata singkat Karena persoalannya melibatkan banyak hal, banyak orang, dan beragam pertimbangan.

Mengadopsi anak mungkin dianggap sebagai cara paling praktis dan minim resiko. Tapi, sebenarnya enggak juga. Ada berbagai hal yang berdasarkan pengalaman banyak orang, kerap menjadi persoalan-persoalan besar di masa mendatang, akibat keputusan mengadopsi anak.

Pertama, bila kemudian Allah menakdirkan mereka memiliki anak kandung, Terjadilah perang merebut kasih dari orang tua. Biasanya, yang menjadi pecundang si anak angkat.

Kedua, bila anak yang diadopsi beranjak dewasa, ia tetaplah orang yang tidak memiliki hubungan kemahraman dengan ayah dan ibu angkatnya. Bila ia pria, akan sulit melanjutkan hubungan secara normal dengan ibu angkatnya. Demikian juga bila ia wanita, dengan bapak angkatnya. Ingin berakrab-akraban layaknya anak dan orangtua, mereka bukanlah mahram, tentu ada batas-batas penyekat. Ingin membatasi sikap, merasa bahwa keduanya adalah orangtuanya juga, meski hanya orangtua angkat.

Ketiga, bila terjadi kecendrungan hati antara anak angkat dengan anak kandung, atau anak angkat dengan bapak atau ibu angkatnya.

Keempat, yang juga sering terjadi, perebutan harta warisan. Anak angkat sering menganggap bahwa ia memiliki hak atas harta yang diwariskan kedua orangtuanya. Padahal, dalam hukum faraaidh tidak ada. Sementara bila si anak angkat diberi jatah sebagai wasiat (yang berarti di luar hak faraaid dasar), yang jumlahnya maksimal boleh mencapai 1/3 harta, kerap kali anak-anak kandung tidak bisa menerimanya. Padahal, wasiat itu sah berdasarkan hukum Islam, asal tidak lebih dari 1/3 total harta.

Dan, masih banyak resiko lainnya. Semua persoalan itu memang bisa saja diatasi, tetapi harus tetap diperhitungkan sebagai resikonya.

Pilihan kedua, juga tidak lebih simpel. Proses menuju sebuah poligami, di tengah masyarakat yang masih menganggapnya sebagai hal yang tabu seperti di negeri kita ini, bukanlah hal yang sederhana. Benar, bahwa poligami dibenarkan keberadaannya dalam lslam. Tapi, ada dua hal yang tidak boleh diabaikan:

Pertama, poligami harus dilaksanakan di atas asas keadilan. Setiap muslim yang merasa perlu atau harus berpoligami, juga harus menyita-nyitakan diri secara tulus menjadi suami yang adil. Bila hasrat dalam diri sangat kecil atau bahkan nyaris tidak diperdulikan, poligami sebaiknya diurungkan. Kecuali, bila secara hukum sudah menjadi wajib karena tuntutan maslahat. Saat itu, seseorang harus mampu berlaku adil, bila tidak, ia akan terjebak dalam kemungkaran besar.

Kedua, proses berpoligami harus dilaksanakan secara santun, dengan pertimbangan berbagai maslahat dan sosialisasi dan pengomunikasian yang optimal. Tujuannya, agar tidak terjadi letupan-letupan bising yang akan mengotori atmosfir kehidupan berumah tangga.

Selain itu, bila poligami yang akan Anda pilih untuk berharap memiliki anak, Anda juga harus yakin bahwa pihak yang mandul adalah pasangan Anda, bukan Anda sendiri. Karena bila itu belum jelas, akan menjadi spekulasi yang agak bodoh, bila tujuannya adalah memiliki anak. Berbeda, bila tujuannya lebih pada pemenuhan kebutuhan seks Anda yang berlimpah. Selain itu, Anda juga harus memilih pasangan yang diyakini subur. Karena bila tidak, kejadiannya akan sama dengan pernikahan pertama Anda. Masalah sesungguhnya tidak juga akan teratasi.

Bila seseorang harus memilih, maka ia harus menyisihkan waktu merenungkan, mana di antara dua pilihan itu yang paling sanggup ia lakukan sesuai koridor syariat. Bila terlalu sulit menentukan pilihan, ada the last choice, minta saja salah seorang keponakan untuk Anda didik layaknya anak Anda sendiri. Bila ia keponakan Anda sebagai suami, pilih yang perempuan. Bila ia keponakan istri Anda, pilih yang laki-laki. Tujuannya, agar bisa meminimalisir kerumitan yang terjadi bila anak itu beranjak dewasa. Bila secara kebetulan anak tersebut yatim, akan lebih baik lagi. Karena di samping mengadopsi anak, Anda juga bisa mengharap pahala menyantuni anak yatim. Jadi, pilih yang mana? Up to you all.

1 Diriwayatkan oleh Abu Dawud IV : 222, oleh At-Tirmidzi IV: 445.

2 Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab An-Nikah, bab: Larangan Menikahi wanita yang tidak dapat beranak, hadits No. 2050. Diriwayatkan juga oleh An-Nasa’i dalam kitab An-Nikah, bab: Larangan menikahi wanita mandul, hadits No. 3227, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban No. 228

3 Diriwayatkan oleh Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-id VIII: 87, X : 272, 274. Lihat juga Fathul Qadier IV : 128.

4 Diriwayatkan oleh Muslim No. 2999

Penulis: Ustadz Abu Umar Basyir hafizhahullah

Sumber: http://mutiara-sunnah.co.cc/

Labels

comment

Artikel cari disini

JADUAL KAJIAN ISLAMIYYAH
AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
SE EKS-KERESIDENAN SURAKARTA



Kota Surakarta ( SOLO )

1. Surakarta Barat :
Ahad
07.15 – 08.30 Ushul Fī Tafsīr Masjid Jajar Ust. Abu Ahmad Rohmat
08.30 – 09.45 Mulakhas Kitab At-Tauhid Masjid Jajar Ust. Abu Ahmad Rohmat
10.00 – 11.15 Arba'in An-Nawawiyah Masjid Jajar Ust. Abu Ahmad Rohmat
15.30 – 16.30 Duraru Al-Bahiyyah Masjid Jajar Ust . Muhammad Na'im
16.30 – 17.30 Syarh Mandlumah Baiquniyah Masjid Jajar Ust . Muhammad Na'im
Ba'da Maghrib At-Targhīb wa At-Tarhīb Masjid Al-Qomar Purwosari Ust. Jauhari
Ba'da Maghrib Syarh Riyādhus Shālihin Masjid At-Taqwa Jajar Ust . Muhammad Na'im
Ba'da 'Isya' Al-Wajīz Masjid At-Taqwa Jajar Ust . Muhammad Na'im

Senin
16.00 – 17.00 Tafsir Juz 'Amma Masjid Jajar Ust. Abu Ahmad Rohmat
( Syaikh Al-Utsaimin )
Ba'da Maghrib Syarh Tsalatsatu Al-Ushul Masjid An-Nūr Gonilan Ust. Abu Izzi Zaid
Ba'da 'Isya' Ushul Qowā-id Fiqhiyah Masjid An-Nūr Gonilan Ust . Muhammad Na'im

Selasa
Ba'da Maghrib Syarh Bulughu Al-Marām Masjid An-Nūr Kerten Ust . Muhammad Na'im
Ba'da Maghrib Firqotu An-Nājiyah Masjid An-Nūr Gonilan Ust. Sukadi al Atsari

Rabu
16.00 – 17.00 Mukhtashar Sirah Nabawiyah Masjid Jajar Ust. Abu Izzi Zaid
Ba'da 'Isya' Tafsir Sy. Abdurrahman As Sa'di Masjid Al Qomar Purwosari Ust . Muhammad Na'im

Kamis
16.00 – 17.00 Tazkiyatu An-Nufus Masjid Kampus 2 UMS Ust. Abu Izzi Zaid
Ba'da Maghrib Syarh Bulughu Al-Marām Masjid Jajar Ust . Muhammad Na'im
Ba'da 'Isya' Mauqif Ahlus Sunnah Masjid Jajar Ust . Muhammad Na'im

Jum'at
-
Sabtu
Ba'da 'Isya' Aqidah At-Tauhid Masjid Al-Qomar Purwosari Ust. Abu Ahmad Rohmat
Syaikh Shaleh Fauzan
Informasi Kajian: Al Akh. Arif Hidayat – Telp. 0818 251 485.
( Siap di ekspos )

2. Surakarta Timur :

Senin
13.00 – 14.30 Syarh 'Aqidah Thahawiyah Masjid Ibnu Sina – RS. Dr. Moewardi Ustd. Abu Ahmad Rohmat

Selasa
14.00 – 15.00 Durūsu Al-Lughah Al-'Arabiyah Masjid Ibnu Sina – RS. Dr. Moewardi Ustd. Sukadi Al-Atsary
Ba'da Maghrib Kitāb At-Tauhīd Masjid Baitu Ar-Rahmān – Jagalan Solo Ustd. Muslim

Rabu
06.30 – 07.30 Kitab Jami' Ahkāmu An-Nisā' Masjid Padirah – Utara Kampus UNS Kentingan Ustd. Muslim
14.00 – 15.00 Syarh Hadits Arba'in An-Nawawiyah Masjid Ibnu Sina – RS. Dr. Moewardi Sesuai Jadwal Panitia

Kamis
14.00 – 15.00 Kitab At-Tauhid Masjid Ar-Rasyād – SMA 1 Ska Ustd. Abu Izzi Zaid

Jum'at
14.00 – 15.00 Syarh Ushul Tsalatsah Mushalla FKU – UNS Kentingan Ustd. Abu Izzi Zaid
( Syaikh Al-Utsaimin )

Sabtu
16.30 – 17.30 1. Ad-Dā-u wa Ad-Dawā' Masjid Padirah – Ustd. Abdul Matin
2. Fathul Mājid Utara Kampus UNS Kentingan Ustd. Muslim
( Syarh Kitab At-Tauhid )
Informasi Kajian: 0818 251 485; 0818 0444 0273; 0852 6903 3969
( Siap di ekspos )

WILAYAH KARANGANYAR, dsk.

1. Palur

Senin
Ba'da Maghrib Taudhihu Al-Ahkām Masjid Ar-Rādhiyah – Gunung Wijil Palur Ustd. Muslim
( Syarh Kitab Bulūghu Al-Marām )

Kamis
Ba'da Maghib Fathu Al-Mājīd Masjid Ar-Rādhiyah – Gunung Wijil Palur Ustd. Muslim
( Syarh Kitāb At-Tauhīd )

Jum'at
Ba'da Magrib 1. Masjid Ar-Rādhiyah – Gunung Wijil Palur Ustd. Muslim
Ba'da 'Isya' 2. Bulūghul Marām Masjid Asy-Syukur – Perum Nusa Indah Ustd. Fauzan

2. Gotanon

Ahad
Selasa
Ba'da Maghrib Durarul Bahiyah Masjid Al Hidayah, Ust. Abu Zakariya
(Fiqh karya As-Syaukani) Gotanon, Jati, Karanganyar.
Sabtu
Ba'da Maghrib Masjid Al Hidayah, Gotanon Ust. Abu Adib
Informasi Kajian: Al Akh. 'Abdurrahman Marsono – 0856 4718 3766
( Siap di ekspos )

WILAYAH KARANG ANYAR KOTA

Masjid raya Karang Anyar Kota
Tiap malam sabtu Ba'da Isya
Ustadz Na'im / Ustadz Jauhari / Ustadz Fauzan
Informasi Kajian: Al Akh. 'Abdurrahman Marsono – 0856 4718 3766
( Siap di ekspos )

WILAYAH: SUKOHARJO, dsk.

1. Sukoharjo Bagian Timur (Sapen, Jati Malang, Klaruan)

Ahad
09.00-11.00 Tazkiyatun Nufus (Ahad Ganjil) Masjid Al Huda, Sapen Ust. Abu 'Izzi
Fathu Al-Mājid Syarh Kitab At-Tauhid Masjid Al Huda, Sapen Ust. Muh. Na'im

Senin -
-
Selasa
Ba'da Isya' Durusul Lughoh jilid 2 Masjid Ar Rohman, Klaruan, Al Akh.Arief P.

Rabu
Ba'da Maghrib Syarh 'Aqidah Al-Wasithiyah Masjid Al Huda, Celungan Ust. Jauhari
( Syaikh Al-Utsaimin ) Sapen, Mojolaban, Sukoharjo

Kamis
Ba'da Isya' Durusul Lughoh jilid 2 Masjid Ar Rohman, Klaruan, Al Akh.Arief P.

Jum'at - - - -

Sabtu
09.15 - 11.00 Al Wajīz (Kitab Fiqh) Masjid Al Huda, Sapen Ust. Abu Zakariya
Ba'da Maghrib Syarh Kitab Tauhid Masjid Nur Hidayah, Jatimalang Ust. Muslim
( Syaikh Shalih Fauzan )
Ba'da Isya' Pengajian Umum Masjid Ar Rohman, Klaruan Ust. Muslim
Informasi Kajian: Al Akh. 'Abdurrahman Marsono – 0856 4718 3766
( Siap di ekspos )


Dikirim via email oleh Al Akh Abu Luqman Slamet, Solo

Download E book

eXTReMe Tracker